Link Banner
BeritaDaerahUtama

Kemiskinan yang Dinormalisasi: Potret Sunyi dari Maluku

6
×

Kemiskinan yang Dinormalisasi: Potret Sunyi dari Maluku

Sebarkan artikel ini

Arikamedia.id, AMBON – Kemiskinan di Maluku bukan sekadar angka statistik, melainkan realitas yang hidup dalam keseharian masyarakat. 

Ironisnya, kondisi ini perlahan seperti dianggap sebagai sesuatu yang “biasa”. 

Normalisasi kemelaratan terjadi ketika masyarakat tidak lagi melihat kemiskinan sebagai persoalan mendesak yang harus diatasi, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan. 

Inilah situasi yang patut menjadi perhatian serius, karena ketika kemiskinan dinormalisasi, maka kepekaan sosial pun ikut tumpul.

“Bagaimana kebijakan daerah diduga tidak cukup berpihak pada upaya pengentasan kemiskinan. Kritik ini bukan sekadar retorika, tetapi refleksi dari kegelisahan generasi muda yang melihat ketimpangan sosial terus berlangsung tanpa perubahan signifikan,” kata Basyir Tuhepaly membuka ruang diskusi Jumat (04/04/26). 

Baca Juga  Perjalanan Global Buku MBG Polri Perkuat Gastrodiplomasi Indonesia

Basyir menyoroti suara seperti ini menjadi penting untuk membongkar kenyamanan semu yang selama ini dibiarkan.

Jika dicermati, berbagai kebijakan daerah sering kali belum menyentuh akar persoalan. 

Program bantuan sosial misalnya, cenderung bersifat jangka pendek dan tidak mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat. 

Alih-alih memberdayakan, kebijakan tersebut justru berpotensi menciptakan ketergantungan. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner