SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan perkembangan terbaru terkait proyek gas raksasa Blok Masela yang dioperasikan oleh perusahaan asal Jepang, Inpex Masela Ltd, dikutip dari CNBC Indonesia.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengungkapkan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) proyek tersebut telah resmi diterbitkan dan diserahkan Kementerian Lingkungan Hidup kepada SKK Migas pada Jumat, 13 Februari 2026 lalu.
Adapun, dengan rampungnya dokumen lingkungan tersebut, proyek pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, diharapkan dapat segera memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking.
“Alhamdulillah akhirnya kemarin di hari baik Jumat Barokah telah terbit AMDAL buat Proyek Masela, sebagai hadiah menjelang Ramadhan, Insya Allah Groundbreaking dalam waktu dekat,” kata Djoko kepada CNBC Indonesia, Sabtu (14/2/2026).
Di sisi lain, Djoko menyebut proyek Blok Masela sendiri diperkirakan menelan investasi hampir US$ 21 miliar atau sekitar Rp 352 triliun, dengan kapasitas produksi gas mencapai 1.600 juta standar kaki kubik per hari MMSCFD.
Sementara, dari jumlah gas tersebut sebanyak 150 MMSCFD akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik, sementara sisanya untuk ekspor LNG.










