BeritaEkonomiNasionalPemerintahanUtama

Purbaya Tanggapi Sindiran Trenggono soal Kapal

5
×

Purbaya Tanggapi Sindiran Trenggono soal Kapal

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa setelahmenghadiri rapat konsultasi dengan pimpinan DPR di Gedung DPR, Jakarta, 9 Februari 2026. Tempo/Mutia Yuantisya

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sindiran dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono soal anggaran pembelian kapal. Purbaya sebelumnya mempertanyakan soal kas negara yang dikucurkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) namun dampaknya tak dirasakan oleh industri galangan kapal domestik.

Dilansir dari Tempo.co, menurut dia, selama ini Menteri Kelautan dan Perikanan kerap mempromosikan banyak kapal, namun ternyata industri pembuatan kapal dalam negeri tidak menerima banyak pesanan.

“Kan dia suka promosi kapal banyak. Saya cuma cek ke galangan, ada enggak yang di-order? Ya belum. Berarti kan belum ada pesanan ke sana,” ucap Purbaya di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.

Purbaya juga menanggapi pernyataan Trenggono yang menyebut dana pembangunan kapal berasal dari pinjaman luar negeri. ”Yang betul Pak Trenggono mungkin, saya datanya salah. Sebagian uangnya katanya pinjaman. Tapi kan pinjaman nanti lewat kita juga, kan. Tetap saja,” ujar Purbaya.

Saling sindir antar dua menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto itu bermula dari pernyataan Purbaya dalam agenda diskusi yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta Selasa, 10 Februari 2025. Diskusi dengan pengusaha itu salah satunya membahas revitalisasi galangan kapal.

Purbaya menyoroti rendahnya penyerapan anggaran pemerintah untuk industri galangan kapal nasional, terutama pada program peremajaan kapal. Masih banyak kapal milik negara yang seharusnya dapat dipesan dari galangan domestik, namun justru tidak terserap.

Padahal, optimalisasi pesanan domestik sangat penting untuk mendongkrak daya saing global industri tersebut. “Ke depan, kalau masih mau industri kita maju, demand domestik harus diamankan. Presiden tadi bilang ada 2.491 kapal lebih dari 25 tahun umurnya. Itu kan pasti akan diganti,” ujar Purbaya seperti dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, Kamis, 11 Fabruari 2026. 

Purbaya menyebut anggaran untuk pengadaan kapal sebenarnya telah disiapkan, namun belum memberikan dampak nyata bagi industri dalam negeri. “Kita mau dorong pertumbuhan ekonomi. Uangnya itu saya anggarin kok. Saya perlu uang keluar cepat awal tahun supaya ekonomi tumbuh makin cepat,” ucapnya.

Trenggono lalu menanggapinya dengan menyindir pernyataan Purbaya dan diunggah dalam media sosial pribadinya. “Yth Menteri Keuangan, supaya anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tulis Trenggono yang dikutip Rabu, 11 Februari 2026.

Trenggono juga menyertakan tangkapan layar foto Purbaya. Beserta narasi tulisan komentar Menkeu soal anggaran kapal yang sudah cair, namun industri dalam negeri belum menerima pesanan. Menteri Kelautan itu juga menyindir Purbaya agar mengecek kembali ke bawahannya sumber pendanaan tersebut. “Coba anda tanya dulu deh sama anak buah anda, benar enggak itu uang kapal sudah dikucurkan?” ucapnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *