BeritaDaerahLINGKUNGANUtama

Media dan LSM di Maluku: Garda Terdepan Mengawal Krisis Lingkungan di Tengah Ancaman Kriminalisasi

5
×

Media dan LSM di Maluku: Garda Terdepan Mengawal Krisis Lingkungan di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Sebarkan artikel ini
Pemred Laskarmaluku.com, Saswaty Matakena,S.Hut.

Arikamedia.id, AMBON – Krisis lingkungan di Maluku kian menjadi sorotan mulai dari persoalan tambang, alih fungsi hutan, pencemaran pesisir, hingga konflik ruang hidup masyarakat adat, semuanya menyisakan dampak ekologis dan sosial yang serius.

Di tengah situasi ini, media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dinilai memegang peran penting sebagai penjaga nurani publik dan pengawal kebijakan.

Media memiliki posisi strategis dalam menyuarakan krisis lingkungan sekaligus membela komunitas yang terdampak.

Pembina Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Maluku, Saswaty Matakena mengatakan, peran media bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan isu-isu lingkungan tidak tenggelam di tengah hiruk pikuk kepentingan politik dan investasi.

Dalam banyak kasus, suara warga yang terdampak kerap kalah oleh narasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  GKR Hemas : RUU Daerah Kepulauan Harus Disiapkan dengan Strategi Legislasi yang Kuat

Namun demikian,ia mengingatkan bahwa media tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan LSM yang secara konsisten dalam memperjuangkan isu lingkungan menjadi kunci agar advokasi memiliki daya tekan yang lebih kuat.

“LSM memiliki data lapangan, pendampingan hukum, dan jaringan solidaritas.sementara media memiliki kekuatan publikasi. Jika keduanya bersinergi, isu lingkungan bisa menjadi perhatian serius, terutama bagi pemerintah sebagai pengambil kebijakan,” jelas Ketua WKRI Cabang Katedral Ambon ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *