
Takaria mengatakan, tidak cukup bagi kita hanya melayani dalam pelayanan rutin tanpa terobosan yang digerakkan spiritualitas pembaruan dan pembebasan untuk melakukan transformasi nyata dalam hidup jemaat-jemaat yang kita layani supaya membawa perubahan kemajuan pemulihan dan peningkatan kualitas hidup.
Ditegaskan, bertolak dari visi dan misi dan inspirasi teologi dan subtema pelayanan GPM serta realitas konkrit pergumulan gereja saat ini maka kami hendak menyampaikan beberapa hal untuk menjadi perhatian bersama di persidangan ini.
Pertama menurutnya, diperlukan perhatian dan pendampingan kepada keluarga-keluarga jemaat sebagai gereja rumah tangga dalam rangka penguatan iman karakter dan spirituritas warga gereja dengan jalan mengoptimalkan pastoral keluarga secara berkelanjutan.
”Ini menjadi penting sebab keluarga kita hari ini mengalami krisis sudah disampaikan oleh bapak ketua klasis hal ini perlu mendapat perhatian bersama semua pelayan di jemaat secara berkelanjutan dalam rangka menata membaharui dan memperkuat kualitas hidup warga gereja yang adalah juga warga bangsa,” ujar mantan Sekretaris Klasis Kota Ambon.


Kedua kata Takaria, gereja terus mendorong peningkatan kesejahteraan melalui berbagai program-program pemberdayaan ekonomi. Kita kenal gerakan keluarga menanam, melaut, memasarkan tapi sekarang ada beberapa jemaat bahkan beberapa warga jemaat niat untuk berternak oleh karena itu mari kita berusaha mengoptimalkan peluang-peluang pengembangan ekonomi dalam konteks perkotaan sebagai inkruatif dari panggilan gereja dan parktik teologi.










