LANGGUR, arikamedia.id – Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus berinovasi dalam program kemandirian.
Tidak hanya fokus pada panen sayur siap konsumsi, kini pengelolaan hidroponik di dalam Lapas Kelas IIB Tual telah merambah ke sektor pembibitan selada sebagai produk baru yang bernilai ekonomis tinggi.
Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan siklus tanam sekaligus menjawab permintaan pasar akan bibit siap tanam yang berkualitas. Dalam proses ini, para warga binaan dibekali keahlian teknis mulai dari pemilihan benih unggul, teknik penyemaian menggunakan media rockwool, hingga pengaturan nutrisi yang presisi di tahap awal pertumbuhan

“Kami tidak ingin hanya menjadi konsumen benih, tapi juga produsen. Dengan memproduksi bibit sendiri, biaya operasional hidroponik dapat ditekan, dan kelebihannya kini mulai kami pasarkan kepada masyarakat luas serta komunitas hobi kebun,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, Sabtu (03/01/2026).
Produk bibit selada ini dikemas secara khusus dalam wadah yang mudah dipindahkan, sehingga memudahkan pembeli untuk langsung melanjutkan proses pembesaran di rumah.
Program ini diharapkan dapat menjadi bekal wirausaha bagi warga binaan setelah bebas nanti, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan jeruji besi bukan penghalang untuk menghasilkan produk pertanian modern yang kompetitif.










