AMBON – Dukungan pembangunan infrastruktur di 16 titik dari pemerintah pusat kepada pemerintah kota (pemkot) akan menjadi perhatian.
Pemerintah Kota (Pemkot) juga memperkuat pengelolaan lingkungan dengan penambahan fasilitas seperti kompresor dan excavator, serta pembangunan sarana pengendalian banjir.
Jika sebelumnya mayoritas masyarakat menyalahkan pemerintah, kini terjadi perubahan pola pikir bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab bersama.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengungkapkan, bahwa sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya inflasi, fluktuasi harga pangan, serta dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
”Meski demikian, stabilitas keamanan pasca Pemilu 2024 tetap terjaga dengan baik, sehingga menjadi fondasi penting bagi kelangsungan pembangunan,” ujarnya ketika menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Dikatakan, upaya mengatasi kemacetan, pemerintah melakukan perbaikan dan pemeliharaan jalan di 12 ruas utama serta pengembangan transportasi publik.
Menurutnya di bidang ekonomi, berbagai program pemberdayaan telah dilaksanakan, di antaranya: Bantuan untuk 50 koperasi dan 30 UMKM, Dukungan bagi 715 pengusaha muda, Bantuan alat perikanan untuk lebih dari 1.400 nelayan Pelatihan komputer bagi masyarakat dan penyandang disabilitas.














