Ia menegaskan, setiap anggota Gerakan Pramuka harus memiliki identitas yang jelas dan sah.
KTA bukan sekadar kartu, tetapi menjadi simbol pengakuan, jati diri, dan kebanggaan sebagai bagian dari gerakan kepanduan nasional.
Selain itu, data yang akurat juga memudahkan pemberian penghargaan dan apresiasi atas pengabdian anggota yang telah lama berkontribusi.
Melalui Bimbingan Teknis Aplikasi Ayo Pramuka, para peserta dibekali pemahaman tentang sistem digitalisasi pendataan anggota.
Wali Kota menilai langkah ini sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi di era modern.
“Digitalisasi adalah kebutuhan. Dengan memanfaatkan teknologi, proses pendataan menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi secara nasional. Ini juga memudahkan koordinasi dan komunikasi antaranggota,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap Gerakan Pramuka dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda agar tetap berada di jalur yang positif.di tengah berbagai tantangan seperti penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, balap liar, hingga tawuran, Pramuka diharapkan mampu membentuk karakter yang disiplin, berintegritas, dan berjiwa sosial.
“Jika generasi muda aktif dan bangga menjadi anggota Pramuka, maka mereka akan memiliki jati diri yang kuat serta terhindar dari hal-hal negatif,” tegasnya.










