“Pada dasarnya selama ini program MBG di sekolah ini tidak ada masalah, hanya saja kemarin ditemukan kejadian tersebut,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat masih sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam program tersebut.
Sementara itu, dari hasil pengecekan, temuan belatung diduga berasal dari sayur kacang panjang yang menjadi salah satu menu pada hari tersebut.
“Temuan belatung itu memang berasal dari sayur kacang panjang, tadi juga disampaikan oleh ibu guru, dan tadi malam kami sudah melakukan pengecekan di dapur yang mengindikasikan berasal dari sayuran tersebut,” ungkapnya.
Ia mengimbau kepada pengelola program MBG agar lebih memperhatikan standar kebersihan serta menjalankan program sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Dirinya juga menekankan pentingnya fungsi pengawasan dari berbagai pihak agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Kami mengingatkan agar pengelolaan MBG dilakukan sesuai standar dan SOP yang ada. Selain itu perlu ada fungsi kontrol, mulai dari pihak penyelenggara hingga pemerintah daerah, termasuk DPRD Kota Ambon,” tegasnya.
Menurutnya, pengawasan yang baik sangat penting agar program MBG yang bertujuan membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah dapat berjalan maksimal tanpa menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.










