Menurut Vincent, standar tersebut sangat penting agar putrinya tidak mudah terbuai oleh pria yang tidak bertanggung jawab. Ia bahkan membayangkan sebuah skenario saat putrinya berhadapan dengan lawan jenis.
“Jadi ketika ada cowok yang datang dan bilang, ‘Eh, lu bisa masak kayak emak gue enggak?’, dia bisa jawab, ‘Lu bisa kerja kayak bapak gue enggak?’. Jadi the first love harus dari papanya,” seloroh Vincent.
Bagi pria berusia 33 tahun ini, mendidik anak perempuan tidak melulu soal kemewahan. Vincent justru ingin menanamkan makna melalui perhatian-perhatian kecil setiap hari, seperti menanyakan kabar atau memastikan sang anak sudah makan.
“Justru yang kecil-kecil itu yang sangat bermakna buat saya. Itu yang ingin saya didik dan berikan untuk anak perempuan saya,” jelasnya.
Meski memiliki ambisi besar untuk menjadi ayah yang protektif, Vincent menyadari bahwa dirinya jauh dari kata sempurna. Ia menegaskan akan terus belajar demi memberikan yang terbaik bagi Hagia.
“Saya akan berusaha tentunya. Saya juga enggak sempurna, tapi saya banyak belajar,” pungkasnya. ***














