Dalam rapat tersebut, terdapat dua poin utama yang diamanatkan kepada seluruh elemen partai. Pertama, segera melakukan restrukturisasi dan pelaksanaan Musyawarah Daerah dan Musyawarah Kecamatan (Musda-Muda) di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.
“Kita akan mengkonsolidasikan seluruh perangkat partai mulai dari kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga kelurahan. Begitu pula terhadap organisasi sayap, baik yang mendirikan maupun didirikan oleh partai, semua akan direaktivasi dan direvitalisasi,” jelas Umar.
Menurut Umar Ali Lessy, rapat pleno ini bukan sekadar agenda internal, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan politik Golkar kepada rakyat Maluku. “Golkar harus hadir sebagai kekuatan politik yang bekerja, mendengar, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Rapat Pleno I ini dinilai sebagai langkah awal konsolidasi besar-besaran Partai Golkar Maluku, yang berpotensi mengubah arah dan peta politik daerah.
Publik kini menanti, sejauh mana konsistensi Golkar dalam menerjemahkan komitmen politik ini menjadi kerja nyata bagi kesejahteraan rakyat Maluku.
Dalam Rapat Pleno tersebut Lessy juga menyinggung Badan Saksi yang merupakan ujung tombak partai dalam mengawal suara rakyat. “Kesiapan saksi harus dibangun sejak dini agar Pemilu berjalan jujur dan adil,” ujarnya.










