JAKARTA, arikamedia.id – Sepekan lagi Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) akan digelar, tepatnya pada 5 November 2024. Saat ini, kedua kandidat, Kamala Harris dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik, gencar melakukan kampanye untuk mendulang suara.
Dilansir dari VOA, Selasa (29/10/2024), Trump berkampanye di New York pada Minggu kemarin, sedangkan Harris menyambangi Philadelphia, dikutip dari IDN Times.
“Saya ingin memulai dengan mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana, apakah kondisi kalian sekarang lebih baik dibandingkan empat tahun lalu?” tanya Trump di awal pidatonya.
Seketika massa pendukungnya kompak menjawab “tidak”. Dalam kampanyenya yang digelar di Madison Square Garden ini, Trump juga menyindir Harris dengan menyebutnya sosok dengan IQ rendah.
Sampai hari ini, elektabilitas keduanya saling mengejar. Harris sempat berada di posisi atas. Lebih dari 38 juta suara juga telah diberikan melalui pemungutan suara dini dan via pos.

1. Hukuman mati bagi para migran
Dalam kampanyenya, Trump juga menyerukan perbatasan AS harus dikontrol ketat, termasuk memeriksa setiap imigran yang ingin masuk ke AS.
“Saya akan menghentikan invasi penjahat yang masuk ke negara kita. Hukuman mati bagi migran yang membunuh warga kita atau petugas penegak hukum juga harus ditetapkan,” ucap Trump.










