Di sela peninjauan, Wapres menyempatkan diri berdialog dengan pihak sekolah dan warga sekitar. Ia menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
“Yang paling penting, anak-anak bisa kembali belajar dengan nyaman. Fasilitas yang rusak harus segera kita pulihkan,” ujar Wapres.
Wapres juga mengingatkan pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam penyaluran bantuan pada masa transisi pascabencana, agar dukungan yang diberikan berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Silakan terus berkoordinasi, terutama untuk kebutuhan bantuan di masa transisi,” imbuhnya.
Selain meninjau fasilitas pendidikan, Wapres juga mengunjungi lokasi aliran sungai yang terdampak banjir bandang. Dalam kesempatan tersebut, Wapres menegaskan pentingnya normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi guna mencegah bencana serupa terulang di masa mendatang.
“Sungainya perlu dinormalisasi agar ke depan tidak terjadi banjir bandang lagi,” tegas Wapres.
Sebagai informasi, banjir bandang di Kabupaten Balangan terjadi akibat luapan Sungai Pitap di Kecamatan Tebing Tinggi yang dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi.
Bencana ini berdampak pada 4.289 kepala keluarga atau sekitar 13.825 jiwa di 34 desa dan 6 kecamatan. Tercatat pula kerusakan rumah warga, dengan rincian 210 unit rusak ringan, 189 unit rusak sedang, dan 48 unit rusak berat.










