BeritaDaerahFEATUREInternasionalKesehatanNasionalUtama

‘Tidak ada tenaga kesehatan, ibu-ibu melahirkan sendiri di rumah’

21
×

‘Tidak ada tenaga kesehatan, ibu-ibu melahirkan sendiri di rumah’

Sebarkan artikel ini
Ester Ruth Yoteni (tengah) bersama rekan pekerja medisnya menyeberang sungai sebelum tiba di kampung Omon - Ikbal Asra

Mengutip BBC Indonesia, di sisi lain, hampir semua rumah di kampung itu tak memiliki fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Warga harus berjalan sekitar 100 meter menuju sungai untuk buang air besar maupun untuk kebutuhan sanitasi lainnya. Sungai yang sama juga digunakan untuk mandi dan mencuci.

Pada kunjungan mereka ke Omon pada Juni 2024, 29 warga Omon mengidap malaria. Ada pula 20 orang yang terkena ISPA dan 10 orang mengalami diare. Tren penyakit pernapasan kembali muncul pada September 2024, ketika ISPA menjadi kasus terbanyak dengan 15 pasien, sementara gastritis tercatat 10 kasus dan malaria 5 kasus.

Memasuki tahun 2025, variasi penyakit yang ditemukan di kampung ini semakin beragam. Pada Mei 2025, ISPA kembali menempati posisi teratas dengan 15 kasus, disusul asam urat sebanyak dan gastritis, masing-masing 8 kasus. Namun kunjungan medis Desember lalu, 21 warga Omon tercatat mengalami malaria.

Baca Juga  Kapolda Maluku Ajak Para Pemuda Ohoi Fiditan Menjadi Motor Perdamaian

Ruth dan rekan-rekannya menemukan 14 kasus ISPA, 8 kasus infeksi kulit, 5 kasus gangguan pencernaan, 3 kasus hipertensi, dan 2 kasus anemia. Ruth dan komunitasnya saat itu memeriksa 75 orang, jumlah terbanyak sejak pelayanan kesehatan dilakukan di Kampung Omon. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara…