Dalam beberapa tahun terakhir, layanan kesehatan diterima warga Elseng di Omon dari Komunitas Medis Papua Tanpa Batas. Namun, kedatangan mereka tak tentu waktu karena wilayah yang mereka layani membentang hingga pegunungan tengah Papua.
Untuk mencapai Omon, kelompok pekerja medis ini harus berjalan kaki berjam-jam, sepanjang 18 kilometer. Mereka menyusuri hutan, menyeberangi sungai, dan melintasi jalan setapak berlumpur sebelum tiba di Omon.
Namun bagi Ester Ruth Fransina Yoteni, ketua komunitas itu, perjalanan panjang yang terjal tersebut bukan tentang rasa lelah.
“Mau bilang capai sebenarnya tidak juga. Bagi saya ini pelayanan yang penuh tantangan tapi juga suka cita juga,” ujarnya.
“Saya jalan untuk melihat masyarakat saya sendiri: orang-orang asli Papua. Jadi saya sangat menikmati sebenarnya pelayanan ini,” kata Ruth. Pelayanan kesehatan di Kampung Omon, Desember lalu, adalah yang pertama sejak Mei 2025. Ruth dan rekan-rekannya sudah lima tahun melayani warga Elseng di Omon.

Ruth pertama kali mendengar kondisi Kampung Omon pada 2021. Kala itu Ruth dan komunitasnya telah memberi layanan kesehatan gratis di Kampung Bangai, bersama gereja dan puskesmas setempat.
Cerita tentang warga Omon yang sakit dan harus dipikul turun dari gunung membekas kuat dalam ingatan Ruth. “Mereka (warga Kampung Bangai) bercerita tentang masyarakat di atas gunung. Mereka jemput warga Omon turun untuk mendapat layanan kesehatan, tapi cuma satu-dua orang yang berhasil turun ke Bangai,” kata Ruth.










