Karena itu, Doktor Ilmu Politik UI ini meminta seluruh pemangku kepentingan tetap waspada sekaligus berupaya memastikan bahwa sumber pasokan energi Indonesia dapat diandalkan. Eddy menegaskan bahwa dalam kondisi krisis energi global saat ini, prioritas utamanya adalah mewujudkan reliability of supply dan bukan sekadar availability of supply.
Selain itu, Eddy juga mengingatkan pesan Presiden Prabowo untuk membangun ketahanan energi nasional melalui percepatan transisi energi, sehingga perlu dilaksanakan segera.
“Perang di Timur Tengah saat ini merupakan alarm bahwa ketahanan energi Indonesia rentan. Oleh karena itu, kita perlu segerakan transisi energi, perkuat elektrifikasi, dan mengembangkan sumber bio-energi nasional yang melimpah. Selagi APBN kita kuat, ini adalah saatnya kita membangun ketahanan energi yang kuat pula,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini. *














