Namun, ketika peran itu justru berubah menjadi ancaman bagi keluarga sendiri, Widya menilai tindakan pelaku sudah sangat kejam.
“Ini sudah di luar nalar. Sangat sadis karena yang dilukai adalah istri dan anaknya sendiri. Menurut saya, kondisi kejiwaan pelaku juga perlu diperiksa,” tegasnya.
Ia berharap, kasus KDRT ini menjadi alarm bagi semua pihak agar kekerasan dalam rumah tangga tidak lagi dianggap urusan pribadi, melainkan kejahatan serius yang mengancam keselamatan perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan. (*) SUMBER : ProKalteng.co










