Orang Elseng di luar Omon pada umumnya telah hidup menetap, seperti di Distrik Kemtuk dan Yapsi maupun yang hidup di Kabupaten Keerom.
Pada riset lapangannya awal dekade 2000-an, Willem Burung fokus meneliti komunitas Elseng di Kampung Omon. Dia berkata, akses menuju Omon dari pusat Jayapura hanya bisa ditempuh dengan menumpang bus yang berhenti di Taja—kini disebut sebagai Distrik Yapsi.
Di Yapsi, kata Willem, terdapat perusahaan kayu bernama PT. Hanurata, hasil patungan Yayasan Harapan Kita dan Yayasan Trikora yang didirikan eks Presiden Soeharto sebagai mesin bisnisnya.
Walau perusahaan kayu itu telah mengeksploitasi hutan di selatan Jayapura, tak ada pembangunan fasilitas dasar seperti jalan raya yang menghubungkan antarkampung.
Willem berkata, dari Yapsi satu-satunya cara menuju Omon adalah berjalan kaki. Ini pula yang masih dilakukan warga Omon hingga saat ini.
Kehidupan warga Jayapura, yang disebut banyak orang tak ubahnya kehidupan di kota-kota besar lain di Indonesia, tak dirasakan komunitas adat Elseng di Omon. Kampung ini hampir selalu sunyi. Warga hanya datang dan tinggal untuk sementara waktu. Sisa waktu lainnya mereka habiskan di hutan, untuk hidup—mencari sagu dan berburu sumber pangan.










