BeritaDaerahFEATURESeni & BudayaSOSIALUtama

Siapa sebenarnya Suku Elseng?

58
×

Siapa sebenarnya Suku Elseng?

Sebarkan artikel ini
Seorang Perempuan dari komunitas adat Elseng bersama anaknya - Ikbal Asra

“Dahulu orang-orang Tidore datang Ke Kemtuk Gresi melalui Nimboran untuk mencari cenderawasih. Mereka menyebut orang-orang yang tinggal di hutan bagian selatan dan tenggara Jayapura dengan sebutan Tapu, yang berarti orang-orang terbelakang,” tulis Willem, merujuk keterangan Yustus.

“Istilah itu (Tapu) kemudian diadopsi pemerintah sebagai Tabu. Nama ini lalu tercatat di Ethnologue (sebuah katalog bahasa dari berbagai penjuru dunia),” kata Willem.

Dalam risetnya, Willem menyebut istilah Tabu sebagai sebutan yang tidak pantas. Sebaliknya, menurut Willem, Elseng merupakan sebutan yang lebih pantas.

Kembali ke Nelson Teet. Pola hidup berpindah, kata Nelson, merupakan siasat menjaga tanah atau ruang hidup. Nelson berkata, setiap keluarga di komunitas adat Elseng menempatkan anggota mereka berbagai penjuru hutan.

Baca Juga  Anak Muda Ambon Siap Merantau ke Bali, 64 Orang Lolos Program Kerja Ritel Modern

Sejak dahulu kala, kata Nelson, siasat ini memiliki tujuan yang sama: mengadang orang luar yang berniat mencuri cenderawasih, ikan, atau sumber daya mereka yang lain.

Nelson berkata, hutan adalah “sarang” yang tidak bisa orang-orang Elseng tinggalkan.

Pola hidup berpindah juga diterapkan komunitas Elseng untuk mengikuti sumber pangan utama mereka, yaitu pohon sagu. Pohon-pohon ini tersebar di hutan dan lembah. Selain di Omon, komunitas adat Elseng hidup tersebar dalam sejumlah kawasan yang kini terpecah dalam wilayah administratif berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara…