Kejanggalan inilah yang membuat orang tua Lumatela dan warga SBB menduga ada kecurangan kolusi dan nepotisme yang dilakukan Panitia Seleksi.

Siapa dibalik kecurangan dan ketidakadilan, kolusi dan nepotisme di Seleksi Paskibraka Tingkat Provinsi Maluku ini?
Informasi yang diperoleh arikamedia menyebtukan, Kristianie Lumatalale alias Kristin ini menyampaikan mendapat Nilai akhir seleksi paskibraka 89, 46 itu termasuk nilai ranking dari keseluruhan 60 putra dan Putri terbaik yang terpilih untuk mengikuti seleksi di tingkat propinsi ke tingkat nasional.
Karena masuk peringkat satu dari ke 60 anggota pakisbraka di mana Nanti disaring 4 orang yang terbaik akan mewakili provinsi Maluku di tingkat nasional
Sudah pasti Kristin ikut menemani teman yang 3 orang anggota pakisbrata lainya untuk mewakili utusan dari Provinsi Maluku yang ikut seleksi di tingkat pusat.
Dan benar saja Kristin lolos dan mendapat panggilan dari pak Heys agar besok pagi jam 6 sudah ada di Kantor Gubernur untuk menunggu petunjuk selanjutnya.
Di kantor gubernur Kristin beserta ke 3 temanya yaitu Cleo Valdy Ririhena, Aril Lestaluhu, dan Riska Latuconsina di perintahkan oleh Kesbangpol yaitu pak Abdi Wasahua menuju ke laboratorium kesehatan Haulussy Ambon dan kemudian ke RS Haulussy untuk Medical Check Up (MCU).










