Ia menegaskan bahwa pengalaman selama penugasan harus menjadi modal penting dalam meningkatkan profesionalisme ke depan, sekaligus memperkuat soliditas antarinstansi.
Menurut Kapolda, sinergitas TNI–Polri merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Maluku dan kawasan timur Indonesia yang memiliki karakteristik geografis dan tantangan tersendiri.
Upacara penyambutan berlangsung khidmat dan diikuti prajurit Satgas Yonif 732/Banau yang baru kembali dari wilayah penugasan. Kegiatan berjalan aman dan lancar hingga selesai.
Kepulangan Satgas Pamtas Yonif 732/Banau bukan sekadar seremoni militer, tetapi refleksi nyata kehadiran negara di wilayah terluar Indonesia.
Dalam konteks geopolitik kawasan timur, pengamanan perbatasan Papua memiliki kompleksitas tinggi, mulai dari faktor geografis hingga dinamika sosial.
Kehadiran Kapolda Maluku dalam penyambutan ini mempertegas bahwa menjaga kedaulatan bukan hanya tugas TNI, melainkan tanggung jawab bersama lintas institusi.
Sinergitas TNI–Polri menjadi fondasi penting dalam memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga, khususnya di wilayah yang memiliki kerentanan strategis.
Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa profesionalisme aparat keamanan harus terus dirawat melalui pengalaman lapangan, disiplin, dan soliditas antar lembaga, demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (***)













