Semangat membangun pendidikan di Maluku kembali digaungkan melalui gerakan literasi yang menyentuh pelosok negeri.
Dengan mengusung filosofi sederhana namun bermakna, “makan bubur panas tidak harus dimulai dari tengah, tetapi bisa dari pinggir,” komunitas Baileo Literasi mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari daerah-daerah yang selama ini terpinggirkan.
Gerakan ini menekankan pentingnya memperkuat fondasi pendidikan sebagai langkah awal dalam menyiapkan generasi emas Maluku sepuluh tahun mendatang.
Upaya tersebut dinilai harus dimulai dari sekarang, dengan fokus pada peningkatan kualitas pendidikan di wilayah-wilayah terpencil yang masih minim akses dan fasilitas.
Salah satu bentuk nyata dari gerakan ini adalah pembukaan donasi pendidikan yang digagas oleh Caca Hesty.
Donasi tersebut dinilai memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan program-program literasi yang dijalankan oleh komunitas Baileo Literasi, yang selama ini konsisten bergerak dalam “ruang-ruang sunyi” tanpa banyak sorotan. *










