“Jurnalis juga perlu meningkatkan kapasitas dalam meliput isu lingkungan dan krisis iklim, karena ini isu yang kompleks dan menyangkut hajat hidup orang banyak,” katanya.
Rudy menambahkan, akses informasi yang terbuka dan transparan harus diperluas agar masyarakat memahami persoalan lingkungan yang dihadapi. Media, menurutnya, juga perlu memberi ruang bagi kelompok rentan untuk menyuarakan aspirasi dan pengalaman mereka.
“Suara masyarakat yang terdampak langsung sering kali tenggelam. Padahal, mereka yang paling tahu bagaimana krisis iklim mengubah kehidupan sehari-hari,” tutup Rudy.
Dengan tantangan krisis iklim yang semakin terasa di wilayah kepulauan, Rudy berharap media di Maluku dapat mengambil peran lebih aktif sebagai pengawal kepentingan publik dan penjaga keberlanjutan lingkungan. (AM-29)










