Ia menyebut, generasi hari ini bisa duduk bersama di kafe, berdiskusi dengan nyaman, karena ada perjuangan panjang generasi sebelumnya.
“Kalian adik-adik bisa duduk di kafe hari ini itu bukan sesuatu yang gampang. Itu butuh perjuangan keras dari generasi sebelum kalian, hasil ikhtiar itu sudah kita rasakan sekarang,” katanya.
Karena itu, ia menekankan bahwa tugas generasi saat ini adalah menjaga harmoni tersebut dengan terus membuka ruang perjumpaan, memperkuat dialog, dan membangun komunikasi lintas komunitas.
Lebih jauh, Rovik mendorong peran aktif pemerintah dalam memperkuat pemahaman moderasi beragama, termasuk melalui intervensi program beasiswa khusus bagi generasi muda yang ingin melanjutkan studi terkait moderasi dan kerukunan umat beragama.
“Moderasi agama itu juga pengetahuan. Perlu ada dukungan nyata, seperti program beasiswa dan fasilitasi perjumpaan komunitas dalam bentuk diskusi dan dialog,” ungkapnya.
Ia berharap moderasi beragama bukan sekadar tema diskusi, melainkan fondasi strategis untuk memastikan Maluku tetap menjadi rumah bersama yang damai, rukun, dan kuat dalam semangat hidup orang basudara. (AM-18)










