AMBON, arikamedia.id – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Rovik Akbar Afifuddin menghimbau Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk telusuri jika ada isu-isu soal indikasi keterlibatan Kepala Sekolah menggerakkan untuk memilih calon Kepala Daerah.
Diingatkan, sebaiknya Bawaslu mengiktiarkan, melakukan langkah-langkah agar ini tidak terjadi.
Menurutnya, jika ada indikasi keterlibatan Kepala Sekolah tertentu pasti resikonya harus diganti.
“Ini kan isu, belum juga terbukti , tapi kalau kita semua belajar dari Pemilihan Legislatif (Pileg) pada bulan Februari lalu, juga ada temuan-temuan seperti itu. Bahkan ada cerita ada beberapa Kepsek di Maluku Tenggara bahwa ada arahan-arahan seperti itu. Saya ingatkan saja terutama bagi guru dan Kepsek, kalian adalah pendidik. Sebaiknya melakukan tugas dan fungsi sebagi pendidik. Karena kalau mereka ikut-ikutan bermain di wilayah politik itu tidak sesuai dengan tupoksi. Ini tidak baik dalam rangka menjalankan fungsi sebagai pendidik,” tegas Afifudin, Senin lalu (09/09/2024) di Kantor DPRD Maluku.
Kata Rovik, ini akibat kalau sebuah birokrasi itu di bangun dengan pendekatan politik. Kalau jabatan yang di dapatkan karena ada kedekatan yang lahir atas kerja-kerja elektoral, ini bukan saja di Pendidikan, hampir di beberapa Dinas juga pasti juga terlihat dalam kerja-kerja elektoral.










