Pada tahun 2025, sebanyak 113 sekolah menjadi target revitalisasi, terdiri dari 96 sekolah dasar (SD) dan 17 sekolah menengah pertama (SMP). Rinciannya adalah sebagai berikut:
– Kabupaten Maluku Tengah: Bahasa Hitu menjadi fokus utama dengan 69 sekolah (SD: 40, SMP: 5)
– Kabupaten Seram Bagian Timur: Bahasa Elnama di 33 sekolah (SD: 27, SMP: 6)
– Kabupaten Kepulauan Aru: Bahasa Tarangan Barat dan bahasa Manombai di 80 SD
– Kabupaten Maluku Barat Daya: Bahasa Moa di 6 SMP
Pelaksanaan revitalisasi ini dilakukan melalui serangkaian tahapan sistematis, mulai dari koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, diskusi kelompok terpumpun (DKT), bimbingan teknis pengajar utama, hingga pembelajaran bahasa daerah secara ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.
Pemantauan dan evaluasi juga dilakukan secara berkala sebelum puncak acara festival di tingkat kabupaten dan provinsi.
Menurut data Tim Kerja Pelindungan Balai Bahasa Provinsi Maluku, sebanyak 262 pengajar utama mengikuti program ini, yang tersebar di empat kabupaten.
Kegiatan ini juga berdampak langsung pada 954 guru dan 5.112 siswa SD dan SMP dari empat kabupaten.secara keseluruhan, program ini mengimbas ke 8.770 orang melalui berbagai kegiatan dan penampilan kreatif.










