Arikamedia.id, AMBON – Isu lingkungan dan masyarakat adat dinilai belum menjadi perhatian utama media massa di Maluku, khususnya di Ambon.
Hal ini disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Cabang Ambon, yang menilai keberpihakan media terhadap isu-isu tersebut masih sangat minim, meski jumlah media di daerah ini tergolong banyak.
Menurut Rere, bagi sebagian publik Ambon, isu lingkungan kerap dianggap tidak menarik. Persepsi tersebut turut memengaruhi arah pemberitaan media.
“Padahal kalau kita lihat lebih dalam, isu lingkungan dan masyarakat adat bukan sekadar apa yang tampak di permukaan. Media seharusnya melihat dari akar masalahnya,” ujarnya. Ia menilai minimnya keberpihakan ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari keterbatasan pengetahuan jurnalis dalam membaca isu lingkungan, hingga keterbatasan ruang dan dukungan.
Rere juga mengakui, kerja sama media dengan pihak swasta maupun pemerintah yang mendukung program atau aktivitas tertentu dapat memengaruhi sudut pandang pemberitaan.
“Kita tidak bisa memungkiri itu. Tapi jurnalis tetap punya tanggung jawab menulis untuk publik melalui karya jurnalistiknya,” tegasnya. Tantangan jurnalis saat ini, kata Rere, semakin berat dengan hadirnya UU RKUHP yang dinilai menyempitkan ruang gerak pers.










