Arikamedia.id, AMBON – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Negeri Rutong akan dilakukan dengan cara yang berbeda,tidak hanya melalui aturan tertulis, tetapi juga lewat kekuatan adat.
Raja Negeri Rutong Rezza Maspaitella menjelaskan saat ini pemerintah negeri sedang mengeluarkan Peraturan Negeri (Perneg) yang tidak hanya mengatur tentang pelestarian lingkungan hidup dan kebersihan, tetapi juga tentang kamtibmas dan penjagaan hubungan antar negeri.
Menurutnya, selama ini perkelahian antar negeri sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, hal tersebut tidak boleh terjadi dan tidak bisa terus dibiarkan.
“Kita harus hidup sebagai saudara. Baik di dalam negeri maupun dengan negeri lain. Perkelahian bukan sesuatu yang wajar dan tidak boleh dianggap biasa,” tegasnya di Negeri Rutong, Sabtu,(28/02/26).
Sebagai langkah nyata, Raja Rutong bersama Raja Negeri Hutumuri telah sepakat untuk menggelar ritual adat di perbatasan kedua negeri.
Dalam ritual tersebut akan diletakkan sebuah batu sebagai simbol komitmen perdamaian.
Di atas batu itu, kedua raja bersama perangkat adat akan mengangkat sumpah bersama.
Ia juga menyampaikan, jika Negeri Leahari telah memiliki raja definitif, maka perjanjian adat yang sama akan dilakukan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kedamaian.










