Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga meyakini harga minyak dunia tidak akan tembus hingga 200 dolar AS per barel. Dia meyakini jika harga minyak dunia tembus dengan harga 200 dolar AS per barel maka resesi global akan terjadi.
“Enggak akan 200. Tenang aja. Kalau 200, global recession akan terjadi. Kalau terjadi, demand turun kan? Demand turun, collapse, harga minyak jatuh turun ke bawah, tajam sekali bisa ke bawah 15. Kalau mereka enggak hati-hati. Jadi produser minyak juga harus jaga pricing yang pas,” ucap Purbaya.
“Jadi kalau mereka bilang harga naik ke 200, kalau naik ke 200 tahan enggak? Enggak. Kita akan adjust sesuai dengan keadaan ya. Tapi enggak akan sampai ke sana,” katanya. (*)













