Arikamedia.id, AMBON – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku, Halimun Saulatu, menegaskan bahwa setiap proyek pembangunan yang diusulkan harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Demikian dikatakannya pada rapat Komisi III DPRD Provinsi Maluku terkait sinkronisasi pendataan pembangunan kabupaten/kota dan provinsi di ruang Paripurna, Jumat, (30/01/26).
“Yang kita harapkan, proyek-proyek ini berimplikasi pada ekonomi. Jangan hanya membangun proyek yang sifatnya proyek, tetapi harus memiliki multiplier effect sehingga masyarakat bisa terbantu,” kata Halimun.
Ditandaskan, pembangunan tidak boleh semata berorientasi pada proyek fisik, melainkan harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan warga.
Menurut Ketua Fraksi Demokrat ini, salah satu kendala utama dalam perencanaan pembangunan selama ini adalah lemahnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.
“Kami tidak selalu mendapatkan data dari dinas-dinas kabupaten/kota, sehingga akhirnya kita berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Kata dia, kondisi tersebut, perlu menjadi perhatian serius pemerintah provinsi. DPRD Provinsi kerap menyampaikan aspirasi pembangunan ke kementerian maupun Komisi V DPR RI. Namun, usulan tersebut sering disusun berdasarkan informasi yang terbatas karena minimnya data dari dinas-dinas di kabupaten/kota.










