”Program mudik gratis di kapal Santika ini hanya satu kali, tanggal 13. Sementara masyarakat di beberapa daerah di Pulau Seram tidak punya banyak pilihan transportasi lain selain kapal. Lalu bagaimana dengan kesiapan operasional kapal perintis Sabuk Nusantara 80 (Sabuk 80) yang selama ini menjadi salah satu sarana transportasi penting bagi masyarakat di wilayah tersebut,” ujarnya.
Menurutnya kapal tersebut belum kembali beroperasi, masyarakat akan menghadapi kesulitan karena harus menempuh perjalanan lebih jauh dengan biaya yang lebih mahal.
“Kalau tidak ada kapal, masyarakat harus memutar perjalanan. Biaya yang biasanya sekitar Rp250.000 bisa menjadi jauh lebih mahal karena harus lewat jalur lain dan membayar tambahan biaya,” ujarnya.
Karena itu, kata Kelilaiuw, DPRD meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memastikan ketersediaan armada kapal serta memperjelas jadwal operasional Sabuk 80 agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan terjangkau. (*)










