Di satu pihak penderitaan seperti ini lalu kita di sini makan minum dan lain sebagainya.
”Saya rasa ini juga tidak adil untuk kemanusiaan karena itu saya memutuskan untuk tidak membuat Open House, tetapi saya akan berjalan untuk berjabat tangan kepada pejabat-pejabat yang melakukannya,” tambahnya.
Kendati demikian Uskup tidak mau mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan salah ini kebiasaan kita juga di Maluku sehingga tetap dijaga.
Ditegaskannya, ini keputusan pribadi dirinya, untuk itu dana yang dihemat ini akan kita sumbangkan ke Gereja Katolik yang terkena dampak bencana. (AM-29).










