Scroll untuk baca artikel
Link Banner
Link Banner
BeritaEkonomiInternasionalPemerintahanUtama

Prabowo Dorong Percepatan IJEPA hingga Hilirisasi, Undang Jepang Perluas Investasi di RI

6
×

Prabowo Dorong Percepatan IJEPA hingga Hilirisasi, Undang Jepang Perluas Investasi di RI

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan dalam joint statement bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi usai pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026). Foto: Istimewa

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen untuk mempercepat implementasi kerja sama ekonomi dengan Jepang, termasuk ratifikasi amandemen perjanjian dagang kedua negara atau Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Prabowo mengungkapkan, kedua negara membahas berbagai isu strategis yang mencakup sektor ekonomi, energi, maritim, perikanan, hingga keamanan.

Dia menilai arah kerja sama bilateral saat ini menunjukkan tren yang positif. Hal ini disampaikannya dalam joint statement bersama Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi usai pertemuan bilateral di Istana Akasaka, Tokyo, Selasa (31/3/2026).

“Kami tadi membahas banyak masalah di bidang ekonomi, kerja sama bilateral di bidang energi, kelautan, maritim dan perikanan, serta keamanan. Ini semua menunjukkan trajectory yang positif, yang baik,” ujar Prabowo. Salah satu fokus utama adalah percepatan ratifikasi dan implementasi amandemen Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Baca Juga  Bahlil Respons Isu Harga BBM Naik Tajam Mulai 1 April 2026, Singgung Nama Presiden Prabowo & Rakyat

Pemerintah Indonesia, kata Prabowo, akan bekerja keras agar proses tersebut segera rampung. “Kami akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen IJEPA. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan,” tegasnya.

Untuk diketahui, Indonesia dan Jepang resmi menyepakati pembaruan protokol General Review IJEPA pada Agustus 2024 untuk mempererat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi yang telah berjalan sejak 2008. Pembaruan ini mencakup area strategis baru seperti ekonomi digital dan penguatan rantai pasok global, seperti disiarkan Bisnis.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Link Banner
Link Banner