Dengan Posyandu yang semakin kuat, upaya menekan angka stunting, serta meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, dan memperkuat ketahanan keluarga di Maluku, khususnya Ambon, diyakini akan semakin optimal.
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menekankan bahwa Posyandu memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
“Belum semua masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik. Masih ada stunting, penyakit menular, persoalan gizi, bahkan obesitas. Semua ini harus kita atasi bersama,” ungkapnya.
Olehnya itu pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, kader Posyandu yang menjangkau hingga wilayah paling kecil menjadi kekuatan besar dalam memastikan pelayanan benar-benar menyentuh masyarakat.
Dalam bidang sosial, ia juga menyoroti pentingnya ketepatan sasaran bantuan pemerintah.
Kader Posyandu diharapkan membantu memberikan informasi yang akurat agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Selain itu, dalam bidang pendidikan dan perlindungan masyarakat, kader Posyandu didorong menjadi agen literasi dan agen perubahan sosial, mengajak warga hidup sehat, menjaga toleransi, serta menjauhi minuman keras dan narkoba.
Posyandu sebagai Motor PerubahanEnam SPM, menurut Wali Kota, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.










