“Saya pernah bantu distribusi mesin diesel lewat kapal perintis, meski secara aturan tidak diperbolehkan mengangkut mesin sebesar itu. Tapi demi masyarakat, kita cari solusi agar mesin bisa tiba dengan aman,” katanya.
Menjelang Natal, ia meminta PLN memberikan prioritas layanan bagi umat Kristiani yang mempersiapkan perayaan tersebut.
“Kami minta mulai 20 Desember, daerah yang biasanya menikmati listrik 6 atau 12 jam dapat ditingkatkan menjadi 24 jam. Kalau tidak memungkinkan, minimal naik menjadi 12 jam,” ujar Anos.
Ia menambahkan, kebijakan serupa juga perlu diterapkan saat Idulfitri bagi umat Muslim di wilayah terpencil.
Anos berharap PLN dapat menindaklanjuti usulan tersebut meski menghadapi keterbatasan anggaran dan tantangan geografis..
“Untuk perayaan keagamaan, khususnya di MBD dan KKT, kami berharap ada perhatian khusus agar masyarakat bisa merayakan hari besar dengan lebih nyaman,” ujarnya. *










