Lebih jauh Lessy menambahkan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah tidak boleh menjadi penghalang bagi upaya mempercepat pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dinamika geopolitik global yang tengah menghadapi berbagai tantangan dan berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi maupun sosial di berbagai negara.
”Kita harus memberikan kontribusi terbaik terhadap pembangunan di daerah ini. Kondisi fiskal memang kurang begitu positif, tetapi di tengah keterbatasan itu kita harus lebih kreatif,” tandas Lessy. Golkar juga mendorong pemerintah daerah agar lebih proaktif menciptakan iklim investasi yang kondusif di Maluku.
DPD Partai Golkar Maluku juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif Presiden Republik Indonesia yang menawarkan diri sebagai mediator dalam upaya meredakan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Ditekankan Lessy, pihaknya menyakini kemampuan Presiden Prabowo dalam memediasi berbagai proses diplomasi.
Sebagaimana diketahui, Partai Golkar Maluku menggelar Rapat Pleno II dengan agenda laporan persiapan Musda DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota yang dipersiapan bidang Kepartaian. Dijadwalkan Musda-Musda akan mulai digelar akhir Maret dan April 2026. Penyampaian Program Kerja dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) masing-masing Korbid.










