BeritaHukum & KriminalNasionalOpiniUtama

Pesta Telah Usai, Piring Kotor Ditinggalkan: Warisan Kelam di Balik Megahnya Citra

32
×

Pesta Telah Usai, Piring Kotor Ditinggalkan: Warisan Kelam di Balik Megahnya Citra

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi -akun FB Kabar Indonesia 24 jam.

* Ditambah lagi dengan pemangkasan dana transfer pusat sebesar Rp2,458 Triliun.

Jawa Barat sedang “berpuasa paksa” karena kenyang oleh utang masa lalu.

Monumen Ego di Atas Penderitaan Anggaran

Sakit hati rasanya melihat rincian beban itu. Di saat rakyat butuh jaminan kesehatan, APBD justru tergerus untuk membayar “gaya hidup” pemerintahan sebelumnya:

 * Cicilan Utang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional): Hampir Rp600 Miliar per tahun harus disetor.

 * Tunggakan BPJS: Menyisakan lubang Rp300 Miliar.

 * Biaya “Gengsi” Aset: Rakyat harus menanggung Rp50 Miliar per tahun hanya untuk operasional Masjid Al Jabbar dan Rp100 Miliar untuk subsidi Bandara Kertajati.

Uang yang seharusnya bisa menyekolahkan anak miskin atau memberi makan kaum papa, kini tersedot untuk merawat tembok-tembok beton warisan ambisi.

Baca Juga  Usai Pimpin Perdamaian, Kapolda Maluku Sholat Magrib dan Buka Puasa Bersama Warga Fiditan Tual

Pengorbanan Sang Penerus: Memilih Menderita Bersama Rakyat

Di tengah himpitan yang nyaris mustahil ini, Dedi Mulyadi mengambil jalan sunyi. Ia tidak memilih mengeluh, ia memilih berkorban.

Ketika anggaran infrastruktur jalan justru dinaikkan dari Rp3,5 Triliun menjadi Rp4,5 Triliun demi nadi ekonomi rakyat, Dedi memotong urat nadinya sendiri sebagai pejabat. Ia tahu, seseorang harus mengalah agar rakyat tidak kalah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Program Pelatihan Vokasi Nasional juga dirancang untuk memberikan skilling, upskilling, dan reskilling kepada para peserta, dengan mengedepankan prinsip link and match. Prinsip itu memastikan keselarasan kuat antara…