Kata Muskita, tanggungjawab ini, dilakukan gereja sebagai bukti mencintai Kristus yang berlandasakan pada beberapa hal. “Pertama Gereja yang terpanggil untuk pengembangan kualitas SDM yang disisi lain diperhadapkan dengan tekonologi digital,” ujarnya.
Bagi GPM dan salah satu sisi menjadi kesejahteraan bagi umat sehingga strategi pengembangan kualitas SDM yang tidak terorintasi pada kualitas tapi juga kuantitas spiritual.
Tanggung jawab melanyani anak – anak lanjutnya, termasuk anak-anak kita yang berkebutuhan khusus sebagai panggilan pelayanan gereja terus menerus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita melayani anak-anak adalah investasi untuk masa depan gereja.
“Gereja yang memberikan pelayanan kepada anak-anak dan semuanya, anak-anak adalah pewaris kehidupan di masa depan, dan perjuangan GPM dalam generasi yang berakhlak mulia bagi keluarga kita,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPM Btehel, Pendeta Zeth Sahertian mengatakan, tahun 2026 menjadi tahun pertama pelaksanaan program dan kegiatan Jemaat Bethel melaksanakan program berlandaskan RPJ Jemaat GPM Bethel 2026-2030.
“Kita berharap gereja semakin mampu menjawab berbagai persoalan pelayanan secara efektif dan mendorong desentralisasi prakarsa gereja secara kontekstual,” ujarnya.










