JAKARTA, arikamedia.id – Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), menyatakan pernyataan Luhut adalah bentuk “pembunuhan karakter” bagi para peneliti dan akademisi.
“Sebagian besar kritik yang disampaikan untuk perbaikan. Kritik yang disampaikan berbasis pada data, kajian dengan metodologi yang sangat ketat. Lahir dari ruang-ruang akademis dan lembaga penelitian,” ujar Bhima.
Bhima menegaskan sorotan Celios terhadap program pemerintah menggunakan data dan metodologi yang terperinci.
“MBG [Makanan Bergizi Gratis], misalnya, kita pakai datanya data BPS [Badan Pusat Statistik] dan Susenas [Survei Sosial Ekonomi Nasional],” ujarnya, melansir BBC Indonesia.
“Tentunya kita melakukan kajian tadi berdasarkan dari data-data primer, berdasarkan dari survei yang kemudian bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” tambahnya.

Di sisi lain, Bhima menyayangkan penggunaan narasi kasar dan tidak santun yang justru dilontarkan pejabat pemerintah.
Selain “ndasmu”, Bhima juga menyoroti penggunaan kata-kata seperti “anjing menggonggong” yang digunakan Prabowo terhadap pengritiknya saat meresmikan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang di Batang, Jawa Tengah pada 20 Maret 2025, seperti dilansir Kompas.com.