Prosesi ini juga disertai Doa lintas agama oleh tokoh-tokoh agama serta kunjungan ke Gong Perdamaian Dunia semakin memperkuat pesan toleransi.
Perarakan ini sukses berkat dukungan dari berbagai pihak.menelan anggaran sebesar Rp170 juta, yang berasal dari usaha panitia, donatur, serta Pemerintah Provinsi dan Kota Ambon,
“Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI–Polri, pemerintah, dan seluruh umat Katolik di Ambon,” ucapnya.
Vikaris Jenderal Keuskupan Amboina, RD. Anton Kewole Lerek, mewakili Uskup Diosis Amboina, memberikan pesan iman Ia menjelaskan bahwa prosesi arca adalah bentuk penghormatan, bukan penyembahan berhala.
“Raja yang kita hormati adalah Raja yang memerintah selama-lamanya, Sang Juru Selamat yang tidak pernah meninggalkan umat-Nya,” tegasnya.
Pemerintah Kota Ambon, melalui Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robert Sapulette, memberikan apresiasi atas kegiatan ini.
Menurutnya, perarakan ini memperkuat nilai doa, damai, dan persaudaraan di Ambon. “Jika kita mengakui Kristus sebagai Raja Damai, maka tugas kita adalah menyebarkan damai di manapun kita berada,” ujarnya.
Sapulette menekankan bahwa kedamaian dan kebersamaan adalah kunci keberhasilan pembangunan.










