AMBON, arikamedia.id – Perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta bukan sekadar ritual keagamaan, acara ini adalah perwujudan nyata semangat toleransi, persaudaraan, dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Perayaan Pesta Kristus Raja yang memasuki tahun ketiga ini semakin mengukuhkan Ambon sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Carolus Lasol, Ketua Panitia, menjelaskan bahwa perarakan ini awalnya hanya dilakukan dalam lingkuo kecil antar rukun umat. Namun, semangat kebersamaan telah mengubahnya menjadi perayaan iman yang lebih besar.
“Kami ingin mengajak seluruh masyarakat Ambon, tanpa memandang perbedaan, untuk berdoa bersama demi kedamaian di bumi ‘Raja-Raja’ ini,” ungkapnya di gereja katolik santo joseph passo, Sabtu, (22/11/2025).
Tema perayaan tahun ini, “Mari Kita Wujudkan Kota Ambon, Maluku, dan Indonesia pung bae,” bukan sekadar slogan.ini adalah komitmen nyata umat Katolik untuk berkontribusi positif bagi bangsa.


Perarakan berlangsung selama dua hari (22-23 November 2025) dengan 3 agenda utama: Pertama, Acara pembukaan di Gereja Santo Joseph Passo menjadi momentum untuk menyatukan hati dan pikiran. Kedua, Prosesi perarakan Arca Kristus Raja Alam Semesta diarak melintasi 10 gereja GPM dan 9 gereja Katolik. Ketiga, perayaan ekaristi bersama umat pada Minggu (23/11/2025).










