Bahkan ketika perang semakin intensif, Trump telah mencoba — setidaknya sesekali — untuk tetap fokus pada prioritas domestik yang menurut para penasihatnya sangat penting untuk keberhasilan Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu November mendatang. Namun, perang tersebut sangat mempersulit upayanya untuk melakukan perubahan haluan ekonomi. Lonjakan harga minyak telah mendorong harga bensin naik, menghapus poin pembicaraan utama. Fluktuasi pasar saham, yang sering dianggap Trump sebagai barometer kebijakan-kebijakannya, mencerminkan kekhawatiran di kalangan investor tentang ke mana arah dunia.
Dan kronologi yang membingungkan tentang durasi konflik tersebut tidak banyak meredakan kekhawatiran di kalangan Partai Republik yang cemas, banyak di antaranya telah menghubungi penasihat Trump untuk mendorong strategi penyampaian pesan yang lebih baik, khususnya seputar harga minyak, menurut sumber yang terlibat dan diberi informasi tentang percakapan tersebut.
Pada hari Rabu, Trump menyambut baik kesepakatan internasional untuk melepaskan cadangan minyak yang telah ditimbun, dengan alasan hal itu akan menjaga harga energi tetap terkendali. Dan tak lama setelah pernyataannya, Departemen Energi AS mengumumkan bahwa pemerintah akan melepaskan 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis mulai minggu depan.










