Pada akhirnya, diskusi HPN 2026 ini menegaskan bahwa Roehana Koeddoes bukan sekadar nama dalam buku sejarah. Ia adalah simbol jurnalisme yang berani, empatik, dan berpihak pada pemberdayaan. Di tengah tekanan ekonomi, disrupsi teknologi, dan perubahan perilaku audiens, semangat itu justru terasa semakin penting—sebagai kompas moral bagi masa depan pers Indonesia. (*)
Peran Jurnalis Perempuan di Era Digital










