BeritaNasionalTNI dan POLRIUtama

Pengelolaan SPPG Secara Profesional, BGN Pastikan Pengawasan akan Ketat

4
×

Pengelolaan SPPG Secara Profesional, BGN Pastikan Pengawasan akan Ketat

Sebarkan artikel ini
Keterangan gambar,Personel kepolisian berjalan di gedung SPPG Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (13/02). ANTARA

Alasan mengapa Polri digerakkan dalam mobilisasi SPPG ialah karena “presiden tahu Polri memiliki satu struktur yang sungguh besar,” ucap Julius.

“Dengan lebih 400.000 personel sampai ke level yang paling rendah, yang menyerupai struktur negara.

Artinya, kekuatan struktur dan juga kekuatan sosial Polri itu sangat besar,” terang Julius kepada BBC News Indonesia, Senin (16/02). Konsekuensi pengerahan Polri untuk mendukung MBG, menurut Julius, adalah reformasi kepolisian yang akhirnya akan berjalan di tempat.

Analisis ini tak lepas dari posisi Polri yang dimanfaatkan presiden untuk tujuan di luar daripada tugas dan fungsi utama mereka. Alhasil, perbaikan atas kritik yang menyasar kinerja kepolisian tak bakal tuntas, Julius berpendapat. Mekanisme “sekuritisasi” bakal berdampak di lapangan apabila terjadi kegagalan berupa keracunan hingga korupsi yang, sepengamatan Julius, “tidak akan diusut oleh aparat penegak hukum manapun.”

Baca Juga  Dunia Tinju Maluku Berduka, Selamat Jalan bung  Agus Titaley “The memory of you will live on”

“Karena sesama aparat penegak hukum, terlebih lagi ini program prioritas,” tegas Julius. Setahun berlangsungnya MBG, imbuh Julius, sejumlah masalah ditemukan, dan, sayangnya, tidak pernah diselesaikan secara serius lantaran terus berulang.

Julius menyodorkan kasus ribuan anak penerima MBG yang keracunan atau spesifikasi menu yang jauh dari bayangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *