Selain aspek pengamanan, lebih lanjut Alhidayat menjelaskan, DPRD juga menyoroti pelayanan transportasi, khususnya pelayanan penumpang baik saat keberangkatan maupun kedatangan.
“Pelayanan kepada penumpang harus menjadi perhatian utama. Baik yang berangkat maupun yang tiba, semuanya harus mendapatkan pelayanan yang layak dan aman,” katanya. Lonjakan penumpang pada momentum Nataru harus diantisipasi dengan kesiapan layanan yang memadai.
Komisi III DPRD Maluku telah menjadwalkan evaluasi pelaksanaan pengamanan Nataru yang rencananya dilakukan setelah 10 Januari 2026.
Dijelaskan, dalam agenda tersebut, seluruh instansi terkait akan dipanggil untuk memberikan penjelasan dan laporan pelaksanaan tugas di lapangan. Menurut Alhidayat, evaluasi ini juga menjadi langkah antisipatif menjelang arus mudik besar berikutnya, termasuk Idul Fitri, agar pelayanan publik di Maluku dapat terus ditingkatkan.
“Kami akan memanggil semua pihak yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan Nataru untuk melakukan evaluasi. Tujuannya agar berbagai kekurangan yang terjadi tidak terulang di masa mendatang,” tegasnya.
Katanya, DPRD berkomitmen mengawal kepentingan masyarakat. Evaluasi ini penting agar ke depan pengamanan dan pelayanan pada momen-momen besar bisa berjalan lebih baik. *










