
Ia menekankan, menjelang hari natal dan tahun baru yang menjadi fokus pengamanan yaitu rumah ibadah, pelabuhan, bandara, terminal, pusat keramaian, hingga kawasan wisata.
Sementara Koordinasi juga telah dilakukan bersama Polda Maluku serta jajaran TNI dan unsur pengamanan lainnya. Pola pengamanan dilakukan secara humanis dan persuasif, namun tetap tegas terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami pastikan seluruh titik diawasi. tidak ada toleransi terhadap gangguan kamtibmas yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat,” jelasnya.
Namun sayangnya pada on the spot Komisi III DPRD Maluku, justru Dishub Maluku, Pelindo dan ASDP belum menunjukkan kesiapan serius jelang Nataru dari sisi transportasi.
Komisi III DPRD Maluku menemukan adanya penumpukan penumpang yang tidak diimbangi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Salah satu persoalan utama adalah tidak tersedianya toilet dan kamar mandi bagi calon penumpang.
“Di lapangan kami temukan penumpukan penumpang, tetapi toilet dan kamar mandi tidak tersedia. Selain itu, ada pekerjaan perbaikan oleh Pelindo yang menyebabkan penumpang harus berdesak-desakan,” kata Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo.
Wajo, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada pihak terkait, guna melihat langsung kondisi di lapangan.










