Juga Ketergantungan pada sumber daya alam yang fluktuatif juga membuat pendapatan daerah tidak stabil, sehingga sulit untuk membuat perencanaan keuangan yang efektif.
Sedangkan APBN yang terpangkas juga berdampak pada penurunan alokasi dana untuk Pemprov Maluku, sehingga semakin mempersulit kemampuan finansial daerah.
Pemprov Maluku dan MEA perlu mencari strategi pendanaan alternatif yang lebih stabil dan efektif untuk memenuhi kewajiban PI 10%.
Keterbatasan teknis
MEA masih membutuhkan peningkatan kapasitas teknis dan sumber daya manusia untuk mengelola blok migas.
Keterbatasan teknis yang dihadapi MEA dalam mengelola blok migas semisal kurangnya sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman dalam industri migas, sehingga MEA perlu melakukan pelatihan dan pengembangan kapasitas untuk meningkatkan kemampuan teknis.
Juga Teknologi dan infrastruktur yang belum memadai untuk mengelola blok migas secara efektif, sehingga MEA perlu melakukan investasi dalam teknologi dan infrastruktur yang sesuai.
Dan bila ada ketergantungan pada kontraktor dan konsultan eksternal untuk mengelola blok migas, maka MEA perlu meningkatkan kemampuan teknis internal untuk mengurangi ketergantungan tersebut.










