Pada kondisi terkini, kelompok harga yang diatur pemerintah masih menjadi penyumbang utama inflasi.
Untuk itu Pemkot Ambon memandang perlu adanya komunikasi dan sinergi yang lebih intens dengan kementerian teknis, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, guna meredam tekanan harga.
Selain itu, komoditas pangan yang bersifat fluktuatif, seperti ikan dan sayur-mayur, juga menjadi perhatian serius.
Komoditas ini dinilai memerlukan penanganan langsung dari pemerintah daerah melalui kebijakan yang responsif dan terukur.
Wattimena menegaskan, roadmap pengendalian inflasi harus diterjemahkan ke dalam tindakan nyata.
Dirinya menyoroti persoalan kenaikan harga ikan yang kerap berulang setiap tahun akibat faktor cuaca dan musim.
“Jika pola ini selalu terjadi, seharusnya sudah ada skema antisipasi, seperti pengelolaan stok saat panen melimpah, operasi pasar, hingga distribusi ikan kepada masyarakat untuk menahan lonjakan harga,” ujarnya.
Menurutnya, pengendalian inflasi tidak cukup berhenti pada laporan dan angka statistik, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pemkot Ambon juga menaruh perhatian pada penguatan kerja sama antar daerah, khususnya untuk komoditas strategis seperti cabai rawit.










