Wattimena mengingatkan bahwa waktu yang tersisa dalam tahun anggaran ini sangat terbatas, sehingga seluruh pihak harus bekerja ekstra untuk memastikan target pendapatan dan belanja dapat tercapai secara realistis.
“Kalau kita tidak capai target yang sudah disepakati hari ini, maka tidak ada lagi ruang untuk perbaikan. Angka-angka yang telah ditetapkan harus menjadi dasar pijakan seluruh OPD,” ujarnya.
Salah satu isu penting yang menjadi sorotan adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, Wali Kota menegaskan bahwa upaya tersebut tidak boleh membebani masyarakat. Sebaliknya, Pemkot Ambon akan menciptakan sumber PAD baru melalui pembukaan ruang-ruang ekonomi, seperti pemanfaatan kawasan Pantai Merdeka untuk area parkir dan pusat aktivitas di kawasan Pasar Apung.
“Kita perlu melihat ini secara rasional. Jangan sampai PAD tercapai, tapi masyarakat justru menjadi korban,” kata dia.
Ia juga menyinggung rencana pemindahan kantor Wali Kota Ambon ke kawasan Terminal Transit di Passo, sebagai langkah strategis untuk memanfaatkan aset yang selama ini terbengkalai dan mendorong pusat pertumbuhan baru di luar pusat kota.
“Terminal transit ini dibangun dengan anggaran besar, dan kalau tidak dimanfaatkan akan menjadi proyek gagal. Dengan memindahkan pusat pemerintahan ke sana, kita bisa menciptakan pergerakan ekonomi baru dan mengurangi kemacetan di pusat kota,” jelasnya.










