Walau diakui perbaikan-perbaikan masih terdapat kebocoran sehingga PT BSK berusaha keras untuk memperhatikan lebih detail potensi penyebab kebocoran.
Sedangkan sisa pembayaran nilai kontribusi sewa tahun kesatu, perusahaan sudah melakukan kewajiban pembayaran biaya kontribusi sewa sebesar Rp 1.170.000.000 yang sudah diberikan kepada pihak Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.
Informasi yang diperoleh media ini menyebutkan, diduga kuat ada pihak lain yang ingin mengambil alih, pengelolaan Mess Maluku.
Padahal warga Maluku baik di daerah maupun di pusat mengaku sudah puas dengan pelayanan saat ini, kendati masih ada saja kekuarangan, namun semua dapat diatasi dengan baik.
Masyarakat Maluku berharap, jangan lagi ada intervensi penguasa dengan tidak mengedepankan kerja-kerja profesional, karena dengan demikian maka warga masyarakat Maluku yang ingin melihat negeri pala cengkeh ini berkembang dan maju jauh dari harapan, karena dari waktu ke waktu akan terus seperti itu dan pariwisata Maluku juga akan tinggal tempat. (AM-29)










